Bandung –
Kota Bandung akhir pekan ini Berencana diramaikan Di kunjungan wisatawan. Agenda Asia Africa Perayaan Seni 2026, siapkan digelar Di 10-12 mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya Memperkenalkan pertunjukan Karyaseni, tetapi juga mengusung Hubungan Luar Negeri Kebiasaan Global, Hubungan Luar Negeri Minuman, serta nilai inklusivitas sebagai Dibagian Di semangat Konferensi Asia Afrika. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rangkaian kegiatan diawali Di Jumat (10/7/2026) Di simposium lanjutan mengenai proses pengusulan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Menurut Farhan, Di ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Ditengah menyelesaikan berbagai dokumen yang Berencana disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan. Targetnya, Di September urusan itu bisa rampung Sebelumnya diteruskan kepada UNESCO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Prosesnya memang tidak bisa sebentar. Sekarang kami Di menyiapkan seluruh dokumen pendaftaran agar Jalan Asia Afrika dapat didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO,” kata Farhan.
Di Jumat malam, Pemkot Bandung Berencana Melakukan jamuan makan malam bersama Di 25 duta besar Bangsa-Bangsa Asia dan Afrika. Di kesempatan tersebut, Kota Bandung Berencana Mengeluarkan Hubungan Luar Negeri Minuman Di Memperkenalkan berbagai Minuman unggulan Di Bandung Raya.
Farhan menyebut salah satu Minuman legendaris yang dipastikan hadir adalah Minuman Aroma, disertai berbagai pelaku usaha Minuman lainnya Di kawasan Bandung Raya. Sedangkan Di Sabtu, 11 Juli pagi, kegiatan Berencana diawali Di History Walk Di Hotel Savoy Homann Di Gedung Merdeka.
Sebelumnya pawai dimulai, peserta Berencana mendengarkan narasi mengenai pentingnya inklusivitas yang disampaikan aktivis Penyandang Disabilitas dan lansia, Farhan Helmy. “Semangat yang ingin kami hadirkan adalah bahwa Asia Afrika juga berbicara mengenai inklusivitas,” katanya.
Perayaan Seni Lalu dilanjutkan Di berbagai pertunjukan Karyaseni, bazar, seminar hingga Minggu, 12 Juli. Salah satu agenda penting adalah presentasi Duta Besar Palestina Sebagai Indonesia.
Farhan mengatakan Di 30 peserta Berencana mengikuti pawai Kebiasaan Global yang dimulai pukul 08.00 WIB. Di Itu terdapat delegasi Kebiasaan Global Di Malaysia yang Berencana menampilkan Karya Seni sekaligus menjajaki kerja sama Di Kota Bandung.
Meski diselenggarakan Di Prototipe yang lebih sederhana sebagai dampak efisiensi Biaya, Farhan memastikan Standar penyelenggaraan tetap terjaga Di melibatkan para seniman dan komunitas lokal Bandung. “Yang penting semangat Perayaan Seni Asia Afrika tetap hidup. Pengisi acaranya lebih banyak anak-anak Bandung,” ujarnya.
Sebagai mendukung kelancaran Kegiatan itu, Pemkot Bandung telah menyiapkan 8 lokasi kantung parkir Sebagai pengunjung. Berikut lokasinya:
– Balai Kota Bandung
– Taman Dewi Sartika
– Dinas Sumber Daya Air Jabar
– Bank Bandung Jalan Naripan
– Basemen Alun-alun bandung
– Lahan Mantan Palaguna
– BJB Syariah Jalan Braga
– RS Murni Teguh Naripan
(ral/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ini 8 Titik Parkir Bagi Pengunjung Asia Africa Perayaan Seni 2026 Hingga Bandung











