Bandung –
Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda tidak hanya menuai Dukungan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran Bersama sejumlah kelompok Kearifan Lokal Global, khususnya Ke Daerah Pantura seperti Cirebon dan Indramayu. Mereka menilai nama “Provinsi Sunda” Berpeluang tidak merepresentasikan keberagaman identitas Kearifan Lokal Global yang ada Ke Jawa Barat.
Menyambut Baik hal itu, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menegaskan, tidak ada Daerah Ke Jawa Barat yang berada Ke luar cakupan Tatar Sunda.
“Tidak ada Daerah non-Sunda. Semua yang ada Untuk cakupan Provinsi Jawa Barat sekarang ini semuanya Daerah Sunda,” kata Rahmat, Senin (6/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Rahmat memastikan DPRD tidak Akansegera Menyoroti usulan tersebut secara sepihak. Seluruh elemen Kelompok, termasuk kelompok yang Memiliki pandangan berbeda, Akansegera dilibatkan Untuk proses penyusunan naskah akademik hingga konsultasi publik.
Menurutnya, keterlibatan Kelompok menjadi Dibagian penting agar usulan perubahan nama provinsi Memiliki landasan akademik dan aspirasi publik yang kuat Sebelumnya diputuskan.
“Tentu, DPRD Akansegera melaksanakan penyempurnaan naskah akademik, Melakukan uji publik Ke seluruh Daerah kabupaten/kota dan Bisa Jadi saja Akansegera melakukan survei bersama 120 anggota DPRD,” ujarnya.
Rahmat mengatakan, proses pembahasan masih panjang. Sesudah Diskusi kerja Komisi I bersama Skuat pengusul beberapa waktu lalu, DPRD kini Di menyusun skema pembahasan yang Akansegera menjadi dasar pengambilan keputusan Pimpinan DPRD.
“Hari Selasa besok Akansegera kembali didalami Dari Komisi I DPRD Jabar Untuk membuat skema proses sebagai bahan pertimbangan pimpinan DPRD,” pungkasnya.
(bba/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Nama Provinsi Sunda Tuai Pro-Kontra, DPRD Siapkan Uji Publik











