DENPASAR – Wajah Mutakhir kawasan heritage Kota Denpasar mulai disiapkan. Pemerintah Kota Denpasar berencana Memperkenalkan patung legenda komedi dunia, Charlie Chaplin, Hingga Di Inna Bali Heritage Hotel atau Bali Hotel, Jalan Veteran Denpasar.
Patung tersebut dirancang sebagai Dibagian Bersama penataan pedestrian kawasan pusat kota sekaligus menjadi daya tarik wisata dan ruang foto Untuk Kelompok.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, mengatakan keberadaan patung Charlie Chaplin bukan sekadar ornamen, tetapi juga pengingat sejarah panjang Bali Hotel sebagai hotel bersejarah Hingga Bali.
“Charlie Chaplin hanya menjadi penarik minat Kelompok Sebagai berfoto sekaligus mengenang hotel heritage pertama Hingga Bali,” ujar Cipta Sudewa, Di dikonfirmasi Kamis (23/7/2026).
Ide pembangunan patung itu Akansegera direalisasikan Di 2026. Pemilihan sosok Charlie Chaplin berkaitan Bersama sejarah kunjungannya Hingga Bali Hotel Di 1932. Di itu, Aktor Atau Aktris asal Inggris tersebut tercatat pernah menginap Hingga kamar nomor 77.
Pemkot Denpasar berharap keberadaan patung tersebut dapat memperkuat daya tarik kawasan heritage, khususnya koridor Jalan Veteran yang Memiliki nilai sejarah.
Penataan pusat Kota Denpasar sendiri Akansegera berlangsung secara bertahap hingga 2027. Di tahap 2026, proyek tersebut mencakup rehabilitasi jalan, revitalisasi pedestrian, pemasangan signage, penataan street furniture, serta perapian fasad bangunan.
Biaya yang disiapkan Sebagai tahap ini mencapai Rp79,5 miliar. Proyek telah memasuki tahap Perjanjian Bersama PT Pandu Jaya Karya sebagai pelaksana dan ditargetkan rampung Di 14 Desember 2026.
Cipta Sudewa menjelaskan kawasan pusat Kota Denpasar Memiliki karakter yang kompleks Sebab menjadi titik temu tiga fungsi utama, yakni kawasan pemerintahan, pusat perdagangan dan jasa, serta kawasan heritage.
“Kawasan ini membutuhkan penanganan khusus agar Mutu lingkungan dan pelayanan kota tetap terjaga,” katanya.
Penataan tersebut meliputi sejumlah koridor strategis mulai Bersama Simpang Suci, Jalan Hasanuddin, Patung Puri Pemecutan, Jalan Thamrin, Simpang Sutomo-Wahidin-Gajah Mada, hingga Di kawasan Patung Catur Muka.
Akan Tetapi, Ide pembangunan patung Charlie Chaplin Memperoleh catatan Bersama DPRD Kota Denpasar. Anggota DPRD Denpasar, Agus Wirajaya, menilai ide tersebut Memiliki nilai historis, tetapi perlu dikaji Bersama sisi penempatan dan keselarasan kawasan.
Menurutnya, sosok Charlie Chaplin memang Memiliki hubungan sejarah Bersama Bali Hotel dan Berpotensi Sebagai menjadi magnet wisata. Akan Tetapi, ia menyarankan agar pembangunan patung tersebut dapat melibatkan pihak hotel Sebab nilai sejarahnya melekat langsung Bersama Inna Bali Heritage Hotel.
“Lebih baik pembangunan patung tersebut dilakukan Dari pihak Inna Bali Hotel Sebab sejarah Charlie Chaplin memang berkaitan Bersama hotel tersebut, bukan langsung Bersama Kota Denpasar,” ujarnya.
Hingga Di Itu, Agus mengingatkan agar ornamen Mutakhir tidak menghilangkan karakter Kearifan Lokal Global Bali yang menjadi ciri utama kawasan heritage Gajah Mada.
Ia menilai ikon utama kawasan pusat kota tetap berada Di Patung Catur Muka yang menurutnya perlu dikembalikan kemegahannya.
“Yang lebih ikonik justru Catur Muka. Kemegahannya perlu dikembalikan, salah satunya Bersama meninggikannya agar terlihat Bersama kejauhan seperti dulu,” tegasnya.
Menurut Agus, penataan kawasan heritage tidak hanya Memperkenalkan elemen Mutakhir, tetapi juga harus menghidupkan kembali simbol-simbol sejarah yang sudah menjadi identitas Kota Denpasar. (*)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Patung Charlie Chaplin Dari Sebab Itu Ikon Inna Bali Hotel











