Alor –
Kematian sebagai salah satu Pada Di siklus kehidupan manusia Memperoleh bermacam Kearifan Lokal Global Di mengabadikannya. Salah satu bentuk penguburan tertua adalah kubur tempayan.
Di banyak tempat, tubuh seseorang yang telah meninggal Akansegera dikubur langsung Di tanah dan ada juga yang diawetkan tanpa dikubur. Kubur tempayan seolah menjadi cara menguburkan dan mengawetkan jenazah sekaligus Di Alor, Nusa Tenggara Barat (NTB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Kubur Tempayan?
Sistem kubur tempayan menempatkan mayat seseorang Ke sebuah wadah yang terbuat Di bahan gerabah. Kearifan Lokal kubur tempayan diduga telah ada Sebelum masa prasejarah Disekitar 4500 SM. Tubuh manusia yang telah meninggal Akansegera diletakkan Di Di wadah gerabah Di posisi duduk.
Bersamaan Bersama itu, disertakan pula sejumlah bekal kubur Untuk jenazah. Bekal kubur biasanya berupa Produk Internasional-Produk Internasional Bersama nilai berharga. Hal ini diyakini bahwa Di alam kematian, jiwa manusia Akansegera membutuhkannya. Indonesia juga Memperoleh Kearifan Lokal kubur tempayan, salah satunya berada Di Area Alor.
Karakteristik Kubur Tempayan Di Alor
Penghuni awal Di Alor telah Memperoleh sistem religi yang salah satunya mengatur tentang penguburan. Mereka memisahkan batas Antara dunia manusia Bersama alam akhirat. Penempatan jenazah Di kubur tempayan Memperoleh sebuah makna Akansegera harapan tentang kebaikan Untuk orang yang telah berpulang tersebut.
Ada dua cara Di melakukan proses penguburan tempayan, yakni primer dan sekunder. Cara primer berarti menempatkan jenazah secara utuh Di Situasi terduduk Di Di wadah.
Sedangkan sekunder hanya menempatkan Pada tubuh tertentu seperti tengkorak. Jenazah telah dikuburkan terlebih dahulu dan Lalu dikubur Di kubur tempayan. Model penguburan sekunder Justru bisa ditempati Bersama beberapa individu sekaligus.
Secara simbolik, kubur tempayan membuat manusia seolah kembali Di masa awal ketika Ia masih Di kandungan. Bentuk kubur tempayan diduga juga menjadi simbol Di rahim perempuan. Kearifan Lokal kubur tempayan adalah cara Untuk menghormati dan mengkultuskan pemujaan Pada nenek moyang.
Melihat beberapa temuan yang berada Di Disekitar pantai, ada dugaan bahwa Komunitas pendukung budayanya adalah pelaut. Mereka adalah kelompok yang biasa berpindah tempat. Sistem penguburan tempayan ini juga menjadi bentuk kubur yang adaptif Pada lingkungan Disekitar.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kubur Tempayan, Sistem Penguburan Prasejarah yang Ditemukan Di Alor











