Mahasiswa Seoul Institute of the Arts Tampil Ke PKB, Sajikan Teater Topeng Tradisional Korea

DENPASAR– Panggung Pesta Karya Seni Bali (PKB) XLVIII 2026 kembali menjadi ruang perjumpaan Kekayaan Budaya Dunia dunia. Kali ini, puluhan mahasiswa Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, menampilkan pertunjukan tari dan Alunan tradisional bertajuk Bongsan Talchum, salah satu Karyaseni teater topeng paling bergengsi Ke Korea yang telah ditetapkan sebagai Warisan Kekayaan Budaya Dunia Takbenda Nasional.

Kurator PKB, Prof. Dr. I Wayan Dibia, mengatakan kehadiran mahasiswa Korea Selatan Ke PKB merupakan buah Didalam kerja sama Karyaseni dan Kekayaan Budaya Dunia yang terus berkembang Di Bali dan Korea Selatan. Menurutnya, pertunjukan ini tidak hanya Memperkenalkan kekayaan Karyaseni Kebiasaan Korea kepada Komunitas Bali, tetapi juga memperkuat hubungan Kekayaan Budaya Dunia kedua Bangsa.

Bongsan Talchum merupakan drama tari topeng tradisional yang memadukan tari, Alunan, dialog, dan improvisasi. Pada berabad-abad, pertunjukan ini dikenal sebagai media Penilaian sosial Lewat humor dan satire, sekaligus merefleksikan kehidupan Komunitas.

Di pementasan Ke PKB, mahasiswa Seoul Institute of the Arts membawakan empat adegan utama, diawali Sasangjwa-chum atau Tari Empat Biksu sebagai pembuka yang memohon berkah. Pertunjukan berlanjut Didalam Nojang-chum, kisah seorang biksu tua yang diuji godaan duniawi Lewat sosok perempuan muda bernama Somu.

Adegan berikutnya, Chibari-chum, Memperkenalkan tokoh rakyat jelata yang akhirnya memenangkan hati Somu. Kisah tersebut melambangkan pembaruan dan lahirnya generasi Terbaru. Pementasan ditutup Didalam Saja-chum dan Daedong-nori, tarian perayaan yang mengajak penonton ikut menari bersama sebagai simbol kebersamaan dan harmoni.

Selain alur cerita yang sarat makna, Bongsan Talchum juga memikat lewat gerakan tari yang energik, iringan Alunan tradisional Korea, serta penggunaan topeng Didalam karakter yang ekspresif. Perpaduan unsur tersebut menjadikan pertunjukan hidup, komunikatif, dan mudah diterima lintas Kekayaan Budaya Dunia.

Prof. Dibia menjelaskan, kehadiran rombongan Karyaseni Didalam Seoul Institute of the Arts tidak terlepas Didalam kerja sama akademik Didalam Institut Karyaseni Indonesia (ISI) Bali yang telah terjalin Lewat nota kesepahaman kedua institusi.

Sebelumnya Itu, Prof. Dibia juga memenuhi undangan kampus tersebut Ke Ansan City, Korea Selatan. Sebelum Mei 2026, ia Menyediakan workshop Tari Kecak kepada Di 40 mahasiswa sebagai Dibagian Didalam persiapan mereka tampil Ke PKB. Pelatihan itu menjadi fondasi lahirnya kolaborasi Karyaseni Bali-Korea yang Akansegera ditampilkan Ke hadapan publik internasional Di ajang PKB XLVIII. Yaitu dijadwalkan Ke Rabu 8 Juli 2026, Ke Gedung Ksirarnawa, Taman Kekayaan Budaya Dunia Bali.

Lewat pertukaran Karyaseni ini, PKB kembali menegaskan perannya sebagai panggung Hubungan Luar Negeri Kekayaan Budaya Dunia dunia, mempertemukan Kebiasaan yang berbeda Di semangat saling belajar, menghargai, dan mempererat persahabatan antarbangsa.(*)

Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Mahasiswa Seoul Institute of the Arts Tampil Ke PKB, Sajikan Teater Topeng Tradisional Korea

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่