Tasikmalaya –
Dikenal sebagai salah satu Area penghasil bordir Ke Jawa Barat, Tasikmalaya Memperoleh beragam kerajinan Bersama detail sulaman benang yang rapi dan corak yang variatif.
Bordir Tasikmalaya banyak digunakan Untuk berbagai produk Terbaru, seperti kebaya, mukena, kerudung, baju muslim, hingga perlengkapan Tempattinggal tangga. Salah satu sentra industrinya berada Ke Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Mengutip Bersama Perpustakaan Digital Kekayaan Budaya Dunia Indonesia, industri bordir Tasikmalaya mulai berkembang Ke 1925 Ke Desa Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Perintisnya adalah Hj Umayah, yang mempelajari Kemahiran bordir Ke perusahaan luar negeri Sebelumnya membuka usaha dan membagikan ilmunya kepada keluarga serta tetangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut motif dan gaya bordir yang Memperoleh ciri khas dan Memikat Untuk dikenal.
1. Motif Sukapura
Motif Sukapura dikenal Lewat perpaduan bentuk tumbuhan, sulur daun, dan bunga-bunga yang Memberi kesan ramai.
Di deskripsi motif yang beredar, corak ini menggunakan warna benang cerah dan kontras, seperti merah, kuning, serta hijau, Supaya sulamannya tampak menonjol Ke atas kain.
Pola flora yang Diskusi membuat motif ini cocok Untuk pencinta busana Bersama detail dekoratif yang kuat. Kombinasi warna dan bentuk tumbuhan juga Memberi kesan klasik sekaligus meriah.
Nama Sukapura sendiri Memperoleh kaitan Bersama sejarah Area Tasikmalaya. Sebelumnya dikenal Bersama nama Kabupaten Tasikmalaya, Area tersebut pernah bernama Kabupaten Sukapura.
Di perkembangannya, motif flora menjadi salah satu karakter yang banyak dijumpai Ke produk bordir Tasikmalaya. Motif bergaya Sukapura dapat dijumpai sebagai inspirasi hiasan kain bawahan, kebaya tradisional, dan selendang.
2. Motif Bunga Merak
Motif Bunga Merak memadukan bentuk bunga Bersama unsur burung merak. Detailnya dapat berupa kelopak bunga yang melengkung, siluet tubuh burung, hingga pola menyerupai mata Ke bulu ekornya.
Perpaduan flora dan fauna menghasilkan desain yang terlihat dinamis. Ke busana, motif ini dapat disusun memanjang atau simetris mengikuti Dibagian Didepan kebaya dan tepian kain agar tampilannya terasa seimbang.
Burung merak sendiri identik Bersama bulu yang indah dan ekor yang mengembang. Karakter tersebut membuat motif yang terinspirasi Bersama burung ini sering Memberi kesan anggun, mewah, dan dekoratif.
Motif Bunga Merak cocok diaplikasikan Ke kebaya pesta, gaun formal, maupun busana muslim yang Memperoleh detail sulaman. Penggunaan benang Bersama warna senada dapat menghasilkan tampilan lebih lembut, sedangkan kombinasi warna kontras membuat detailnya lebih menonjol.
3. Motif Bunga Melati dan Pakis
Motif Bunga Melati dan Pakis mengandalkan bentuk kuntum bunga kecil, ranting, serta daun pakis yang meliuk. Susunan tersebut menciptakan tampilan yang lebih lembut dibandingkan motif flora Bersama bunga berukuran besar.
Bunga melati sering diasosiasikan Bersama kesederhanaan dan keanggunan, Sambil daun pakis yang menjalar Memberi kesan alami Ke keseluruhan desain.
Gaya bordir ini dapat digunakan Ke kebaya encim, blus formal, sapu tangan, hingga busana tradisional modern. Detail bunga dan dedaunannya bisa ditempatkan Ke sepanjang tepian kain atau dibuat menyebar Untuk Memberi aksen yang tidak terlalu berat.
4. Motif Kerancang
Berbeda Bersama motif yang menonjolkan gambar bunga atau hewan, kerancang lebih dikenal Lewat Cara pengerjaannya.
Kain dibuat berlubang Ke Dibagian tertentu, Setelahnya Itu tepi lubang diperkuat Bersama sulaman agar menghasilkan pola terawang yang rapi.
Proses ini membutuhkan ketelitian Sebab jarak dan bentuk lubang perlu diatur supaya desain terlihat teratur. Hasil akhirnya menyerupai renda Bersama perpaduan Dibagian kain yang utuh dan Dibagian yang tembus pandang.
Kerancang banyak digunakan Ke tepian mukena, taplak Perabot, sarung bantal, serta perlengkapan Tempattinggal tangga lainnya. Keistimewaannya terletak Ke perpaduan Kemahiran teknis dan keindahan pola. Tidak hanya bentuk sulamannya yang perlu diperhatikan, kekuatan benang Ke Dibagian terawang juga penting agar produk tetap awet Pada digunakan.
5. Motif Citrakirana
Motif Citrakirana digambarkan sebagai variasi bordir bergaya kontemporer yang memadukan corak flora Bersama tambahan payet, manik-manik, atau mutiara sintetis. Perpaduan tersebut menghasilkan efek berkilau ketika terkena cahaya.
Berbeda Bersama motif tradisional yang cenderung menonjolkan sulaman benang, gaya ini Memberi ruang Untuk ornamen tambahan sebagai aksen. Detail bunga dapat dibuat tidak terlalu padat, Setelahnya Itu dipercantik Bersama manik-manik Ke Dibagian tertentu.
Citrakirana cocok diterapkan Ke rok lilit, kebaya pesta, gamis formal, dan busana kurung modern. Pemilihan warna benang serta ornamen dapat disesuaikan Bersama warna kain Untuk menghasilkan tampilan yang Chic.
Gaya seperti ini memperlihatkan bagaimana industri bordir dapat mengikuti perkembangan Gaya fesyen tanpa meninggalkan Cara sulaman sebagai elemen utama.
Kelima motif dan gaya bordir tersebut memperlihatkan keragaman Inovasi perajin Tasikmalaya. Bersama corak flora yang ramai hingga Cara kerancang dan ornamen berkilau, bordir-bordir tersebut terus berkembang mengikuti kebutuhan busana, aksesori, dan perlengkapan Tempattinggal tangga.
Ke balik motif-motif bordir khas yang kini kita kenal, terdapat Kemahiran yang diwariskan dan industri lokal yang turut menjadi identitas kerajinan Tasikmalaya.
(sud/sud)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mengenal 5 Motif Bordir Khas Tasikmalaya yang Memikat











