Ogoh-ogoh Ubud Diserbu Bule, Rela Hujan-hujanan Di Pinggir Jalan


Gianyar

Pengerupukan Di Kelurahan Ubud, Kabupaten Gianyar, Mutakhir dimulai Rabu (18/3/2026) pukul 18.00 Wita. Tetapi, turis Foreign sudah terlihat memenuhi pinggir jalanan Di Disekitar Puri Ubud dan Pasar Karya Seni Ubud, meski beberapa kali diguyur hujan deras.

“Tidak masalah, saya sudah siap Bersama jas hujan saya,” kata Corina, turis Foreign asal Moldova.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikBali, beberapa seniman dan pengarak ogoh-ogoh sudah bersiap Di lapangan Astina Ubud. Belasan ogoh-ogoh Bersama enam banjar Di Kelurahan Ubud yang Akansegera tampil Di perempatan Puri Ubud dan Pasar Karya Seni Ubud.

Tetapi, hingga pukul 17.00 Wita, Mutakhir lima ogoh-ogoh yang melintas Di perempatan Puri Ubud. Bukan Sebagai tampil, mereka memindahkan ogoh-ogohnya Hingga lapangan Astina Ubud.

Di menunggu, banyak turis Foreign yang sudah membludak Di pinggiran jalan Di Disekitar Pasar Karya Seni Ubud dan Puri Ubud. Banyak juga Bersama mereka yang berdiri sambil memakai jas hujan serta payung mereka.

“Saya yakin mereka tetap Akansegera Melakukan parade ogoh-ogohnya meski diguyur hujan deras,” kata Corina.

Corina mengaku belum pernah Merasakan ogoh-ogoh Sebelumnya. Dia Menyambut cerita soal Nyepi dan ogoh-ogoh Bersama warga Disekitar.

“Awalnya saya kira Nyepi itu hoaks. Tapi warga dan sopir ojek online saya yang memberitahu semua cerita soal Nyepi dan ogoh-ogoh,” katanya.

Catherin setali tiga uang. Turis Foreign asal Estonia itu juga Mutakhir kali pertama melihat parade ogoh-ogoh.

“Saya Sebelumnya sudah pernah Hingga Bali. Tapi Mutakhir tahun ini saya dapat kesempatan,” kata Catherin.

Antusiasme para turis Foreign menunggu penampilan ogoh-ogoh Pada diguyur hujan Di catus pata Ubud Jalan Suweta, Ubud, Gianyar, Rabu (18/3/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)

Catherin mengaku bukan kali pertama berwisata Di Indonesia. Selain Bali, ibu dua anak itu juga pernah melalang buana Hingga Jawa dan Kalimantan.

“Saya pernah Hingga Borneo, Hingga Jawa juga pernah, tahun 2019 lalu,” katanya.

Antusiasme para turis asing menunggu penampilan ogoh-ogoh saat diguyur hujan di catus pata Ubud Jalan Suweta, Ubud, Gianyar, Rabu (18/3/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)Antusiasme para turis Foreign menunggu penampilan ogoh-ogoh Pada diguyur hujan Di catus pata Ubud Jalan Suweta, Ubud, Gianyar, Rabu (18/3/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)

(nor/nor)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ogoh-ogoh Ubud Diserbu Bule, Rela Hujan-hujanan Di Pinggir Jalan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่