Tumpek Uye, Kearifan Lokal Memuliakan Satwa Di Bali


Denpasar

Tumpek Uye atau yang juga disebut Didalam Tumpek Markas merupakan salah satu Kearifan Lokal Hindu Di Bali. Hari suci ini menjadi momentum Sebagai menghormati dan memuliakan keberadaan satwa atau hewan peliharaan.

Tumpek Markas jatuh setiap Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye. Lantaran perhitungannya yang menggunakan pawukon, Tumpek Markas dirayakan setiap 210 hari sekali seperti perayaan tumpek lainnya.

Pada Tumpek Uye, umat Hindu Di Bali Melakukan upacara dan melakukan persembahyangan Sebagai menyucikan satwa atau hewan peliharaan. Meski begitu, perayaan Tumpek Uye tidak bermaksud Sebagai menyembah binatang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbuatlah agar semua orang, binatang-binatang, dan semua makhluk hidup berbahagia.” (Yajurveda XVI.48)

Kutipan kitab Yajurveda Di atas memuat ajaran universal tentang kasih sayang dan keharmonisan hidup. Kutipan tersebut juga sangat erat kaitannya Didalam perayaan hari suci Tumpek Uye atau Tumpek Markas Di Bali

Pada Tumpek Uye, pemujaan dilakukan Di Ida Sang Hyang Widhi Wasa Di manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati dan Sang Hyang Rare Angon yang menjaga binatang. Biasanya, binatang-binatang tersebut Akansegera dimandikan terlebih dahulu, diberikan sesajen, dan Sesudah Itu didoakan.

Upacara Pada Tumpek Uye dilakukan sebagai wujud penghormatan manusia Di binatang yang telah memberi berbagai manfaat Untuk manusia. Beberapa jenis binatang Justru digunakan Sebagai sarana upacara. Justru, binatang peliharaan seperti ternak juga mendatangkan manfaat ekonomi Untuk pemiliknya.

Di aspek religi, perayaan Tumpek Markas juga Memiliki bentuk pengamalan filsafat Hindu ‘Tat Twam Asi’ yang bermakna ‘aku adalah engkau, engkau adalah aku’. Artinya, kasih sayang yang ditunjukkan Di hewan juga Menunjukkan kasih sayang Di Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bentuk keharmonisan Di manusia dan hewan juga berkaitan Didalam falsafah Tri Hita Karana yang menekankan Konsep Kesejajaran hidup. Konsep tersebut mengajarkan manusia Sebagai menjaga hubungan harmonis Di manusia Didalam Tuhan (Parhyangan), manusia Didalam sesama manusia (Pawongan), dan manusia Didalam alam (palemahan).

Di konteks lebih luas, istilah ‘Markas’ juga dimaknai sebagai upaya mengandangkan pikiran yang liar. Maka, Tumpek Markas menjadi momen Sebagai mengendalikan pikiran atau keinginan yang bersifat seperti binatang.

(iws/iws)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Tumpek Uye, Kearifan Lokal Memuliakan Satwa Di Bali

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login