Lombok Utara –
Penjual kain tenun ketiban berkah Di rangkaian Kearifan Lokal Mulud Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lonjakan wisatawan dan pengunjung tahun ini Menimbulkan Kekhawatiran.
Sarbiniwati, salah seorang penjual kain tenun Hingga Disekitar Masjid Kuno Bayan mengaku senang Didalam adanya Kearifan Lokal Mulud Adat Bayan. Ketika ada Peristiwa-Peristiwa Kearifan Lokal Global, pengunjung banyak yang datang Supaya penjualan kain tenun miliknya melonjak naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kain tenun miliknya diminati Dari pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka biasanya mencari kain tenun Di berbagai model seperti kain songket, londong abang, jong, dan berbagai Pengganti adat lainya.
“Kalau hari biasa kadang hanya satu atau dua helai kain yang terjual. Tapi Di ada Peristiwa seperti hari ini bisa sampai 7 helai kain tenun Sebagai ukuran yang besar. Belum lagi kain tenun yang berbentuk syal dan sapuk juga lumayan yang terjual Sebagai hari ini,” ujar Sarbini, kepada detikBali, Sabtu (29/8/2026).
Begitupun Didalam tempat penyewaan kain Untuk pengunjung juga terlihat ramai. Terutama Untuk wisatawan Asing dan pengunjung lokal yang tidak membawa kain Di Tempattinggal.
Penyewaan kain ini salah satu usaha Di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setiap pengunjung diwajibkan menggunakan kain terutama ketika masuk Hingga area masjid kuno. Harga sewa kain yakni Rp 20 ribu.
“Kami Di desa Lewat BUMDes Sebagai penyewaan kain cukup ramai. Lantaran Sebagai masuk Hingga Masjid Kuno syaratnya itu siapa pun yang datang, harus menggunakan kain, dan kain itu kami sewakan. Memang Masjid Kuno-nya ini Sebagai masuk gratis, tapi Sebagai sewa kainnya saja,” kata Kepala Desa Bayan, Satradi.
Satradi menambahkan, tahun ini merupakan Mulud Adat Bayan yang paling ramai jika dibandingkan tahun Sebelumnya Itu. Supaya membuat para pelaku usaha jasa wisata dan Usaha Mikro Kecil ketiban berkah Di Peristiwa Kearifan Lokal Global tahunan tersebut.
“Kearifan Lokal Mulud Adat paling super ramai itu Hingga 2026 ini, Lantaran memang Di 2026 ini kan sudah masuk Karisma Event Nusantara (KEN) itu. Dari Sebab Itu bukan hanya event lokal tapi sudah nasional Justru internasional,” imbuhnya.
Pantauan detikBali, pengunjung Hingga area Masjid Kuno Bayan dipadati Dari Komunitas lokal dan wisatawan baik wisatawan lokal maupun Di mancanegara yang ingin Merasakan secara langsung Kearifan Lokal Mulud Adat Bayan. Mereka terlihat antusias melihat seluruh rangkaian Kearifan Lokal unik ini.
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ramainya Mulud Adat Bayan Dari Sebab Itu Berkah Pedagang Tenun hingga Penyewaan Kain











