Prabu Bunisora Suradipati membuat Mahkota Binokasih Sanghyang Pake Untuk melantik keponakannya yang kelak Berencana menjadi raja Kerajaan Galuh Hingga Tatar Sunda. Sang Prabu bertirakat, lalu Merasakan model mahkota itu Didalam mahkota yang dipakai Dewa Indra.
Kini, Mahkota Binokasih Didalam abad Hingga-14 itu masih tersimpan Didalam baik Hingga Keraton Sumedang Larang. Mahkota itu Justru diarak keliling Jawa Barat Untuk bingkai Milangkala Tatar Sunda.
Mahkota berbahan emas delapan kilogram itu bukan sekadar simbol keagungan, melainkan Di nama dan bentuknya tersimpan makna-makna yang bisa diresapi dan dipegang hingga hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana filosofi nama dan bentuk Mahkota Binokasih Sanghyang Pake? Simak artikel ini yuk!
Filosofi Nama Mahkota Binokasih
Untuk naskah ‘Carita Parahyangan’, mahkota ini hanya disebut sebagai ‘Sanghyang Pake’. Seiring perjalanan sejarah, mahkota ini disebut sebagai Mahkota Binokasih Sanghyang Pake atau cukup disebut Mahkota Binokasih.
Untuk adat pernikahan kebesaran Hingga Sumedang, yaitu peristiwa pernikahan Di menak laki-laki dan menak perempuan, mahkota ini sering dipakai Dari kedua pengantin. Tentu saja, penggunaan mahkota ini tidak bisa dilakukan sembarangan.
Kedua pengantin harus Melewati proses verifikasi yang ketat Didalam pihak Keraton Sumedang Larang, Hingga antaranya Untuk memastikan bahwa keduanya adalah menak. Walaupun Di Setelahnya Itu hari, prasyarat ‘menak’ (bangsawan) ini Merasakan pergeseran.
Sofi Solihah & Ruly Darmawan Untuk studi yang dimuat Untuk Jurnal Metahumaniora, Volume 11 Nomor 1, April 2021 mengatakan Mahkota Binokasih diserahkan Dari Sri Baduga Maharaja sebagai simbol penunjukan Kerajaan Sumedang Larang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran. Sebelum 1578, mahkota tersebut menjadi lambang penobatan raja-raja Sumedang Larang, dimulai Di masa Prabu Geusan Ulun yang memerintah tahun 1579-1601. Hingga kini, Mahkota Binokasih tetap diwariskan sebagai identitas kebangsawanan keturunan Kerajaan Sumedang Larang dan digunakan Untuk prosesi pernikahan kalangan menak Sumedang.
Lalu, mengapa namanya Binokasih? Dikutip Didalam laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengutip perkataan Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaga, dikatakan Binokasih punya makna.
“Mahkota ini Memperoleh sebutan lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan sanghyang pake artinya dipakai Untuk kehidupan sehari-hari. Dari Sebab Itu, nama Binokasih Sanghyang Pake mengandung makna kasih sayang harus diterapkan Untuk kehidupan sehari-hari.” tulis laman itu.
Untuk pernikahan kebesaran Hingga Sumedang, Mahkota Binokasih merujuk Di mahkota yang dikenakan Dari pengantin laki-laki, Sambil mahkota yang dipakai Dari pengantin perempuan disebut Binokasri.
Filosofi Bentuk Mahkota Binokasih Sanghyang Pake
Didalam sisi bentuk, Mahkota Binokasih juga punya makna mendalam.
Sofi Solihah & Ruly Darmawan Untuk studi yang dimuat Untuk Jurnal Metahumaniora, Volume 11 Nomor 1, April 2021 mengutip deskripsi detail mengenai mahkota itu.
“Dibagian Untuk berlapis hitam. Dibagian utama Didalam mahkota adalah kuluk yang menutupi Dibagian kepala sampai dahi. Di sebelah kiri-kanan kuluk atau Dibagian pelipis, terdapat ron berupa hiasan tumpal yang tersusun tiga. Di Dibagian kuluk Dibelakang dihiasi Dari helai-helai daun dan Garuda Mungkur. Di Dibagian ron terdapat lima buah hiasan yang berbentuk lebah Didalam filosofi kehidupan Rumah tangga kedua mempelai dapat semanis lebah madu. Di Dibagian kiri-kanan Hingga bawah ron terdapat lima untai biji ketimun, yakni lambang Didalam jumlah hari (Unajah: 2006: 53).” tulis jurnal itu.
Menurut laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gapura Jabar, dikatakan mahkota itu menjadi representasi pola tiga atau Tritangtu yang Di ini telah menjadi pegangan orang Sunda baik secara sadar atau tidak.
“Mahkota itu Memperoleh tiga susunan yang merupakan representasi Didalam Konsep Sunda Tritangtu. Konsep ini membangun pemikiran tentang silih asah, silih asih, silih asuh yang artinya saling berbagi ilmu, menyayangi dan membimbing.”
“Adapun, wujud hias bunga wijaya kusuma dan burung julang Untuk Mahkota Binokasih menggambarkan makna kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan itikad.” tulis laman itu.
Halaman 2 Didalam 3
Simak Video “Video: Akses Jalan Raya Sapan Terganggung Imbas Genangan Air Sebelum Sabtu“
(mso/mso)
–>
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Filosofi Nama dan Bentuk Mahkota Binokasih Sanghyang Pake







