Cianjur –
Kabupaten Cianjur turut menampilkan salah satu kebudayaan lokal Untuk hari kelima kirab Kearifan Lokal Global Milangkala Tatar Sunda bertajuk ‘Ajeg Dangiang Cianjur’ Rabu (6/5/2026).
Kebudayaan lokal yang dipertunjukkan Untuk pawai Kearifan Lokal Global tersebut ialah ngarak posong. Justru, ngarak posong menjadi rangkaian pertama yang ditampilkan Untuk banyaknya kebudayaan lain Ke Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penampilannya, belasan gadis membawa posong atau alat Untuk Menyita belut Ke lahan persawahan. Tampak juga Ke belakangnya terdapat Kendaraan Pribadi hias Didalam boneka belut raksasa sebagai penghiasnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cianjur Heri Kurniawan mengatakan ngarak posong merupakan salah satu Untuk banyaknya Kearifan Lokal Global Ke Cianjur.
Kebudayaan ini berasal Untuk Kecamatan Cibeber yang terinspirasi Untuk Karya Kelompok Ke Daerah tersebut yang kerap Menyita belut Ke Di panen raya.
“Ngarak posong berasal Untuk Kecamatan Cibeber, terinspirasi Untuk Cibeber sebagai sentra Minuman belut dan posong sebagai alat penangkap belut yang ramah lingkungan. Biasanya momen Menyita belut dilaksanakan Setelahnya panen raya,” kata Heri, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, Kearifan Lokal Global ngarak posong merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. “Sebagai bentuk rasa syukur, panen melimpah serta ditambah Didalam tangkapan belut sebagai lauk, maka kebiasaan ini menjadi kebudayaan,” jelasnya.
Dia menambahkan, ngarak posong tidak hanya ditampilkan Untuk Kirab Kearifan Lokal Global Ke Cianjur, tapi juga Ke lokasi lain Ke Jawa Barat.
“Lewat kirab Kearifan Lokal Global Milangkala Tatar Sunda, kita bisa mengenalkan keanekaragaman Kearifan Lokal Global Ke Cianjur. Karena Itu tidak hanya Menyediakan hiburan Ke warga, tetapi juga pengenalan serta pelestarian Kearifan Lokal Global,” tuturnya.
(orb/orb)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ngarak Posong Cianjur Hadir Untuk Kirab Milangkala Tatar Sunda







