Denpasar –
Yayasan Dria Raba merilis Sinema dokumenter berjudul “Imaji” yang disutradarai Di Heri Windi Anggara. Sinema Imaji menceritakan kegiatan sehari-hari seorang difabel netra atau tunanetra bernama Lia.
Heri menjelaskan penggunaan judul Imaji Sebagai menyampaikan pesan kepada publik seorang tunanetra Memperoleh imajinasinya sendiri Ke Untuk otaknya.
“Biar tidak menjadi tanda tanya besar Di Sebab Itu simpel aja, Sinema ini tentang imajinasi,” kata Heri Di konferensi pers Ke Stikom Bali, Sabtu (30/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri mengatakan proses pembuatan Sinema ini melibatkan 30 tunanetra Di Yayasab Dria Raba. Di Itu, juga melibatkan psikolog dan Ahli Kebugaran saraf.
“Tantangannya Lantaran ini dokumenter Di Sebab Itu kita memang perlu sabar. Perlu sabar mengikuti kawan-kawan, bagaimana kehidupan kawan-kawan, keluh kesah kawan-kawan,” jelasnya.
Selain Lia, Sinema ini menceritakan keseharian tunanetra Di tujuan Menunjukkan kepada publik bagaimana cara melihat Untuk tunanetra Untuk berkegiatan.
Heri melanjutkan tunanetra melihat Di cara mereka sendiri yang tak bisa dilihat Di orang biasa. “Mereka justru lebih unik Lantaran mereka melihat Di cara lain. Ketika kita bisa melihat tapi sebenarnya kita tidak bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi,” beber Heri.
Ketua Yayasan Pembelajaran Dria Raba, Ida Ayu Pradnyani Manthara mengatakan bahwa Sinema ini lahir Di keinginan Sebagai membuka ruang dialog yang lebih luas tentang Penyandang Disabilitas. Sekaligus melihat cara pandang Kelompok Untuk melihat penyandang Penyandang Disabilitas.
“Sinema dokumenter ini bertujuan Memperbaiki kesadaran publik, mempromosikan inklusi, sekaligus menyediakan ruang Untuk penyandang Penyandang Disabilitas netra Sebagai menyampaikan Pengalaman Hidup dan perspektif mereka sendiri,” kata Dayu.
(hsa/hsa)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Menyelami Sudut Pandang Tunanetra Lewat Sinema Imaji











